Selasa, 19 Maret 2013

Pusat Teknologi Pendidikan: Solusi Kemdikbud Bagi Guru TIK


Srie, - Solusi untuk guru mata pelajaran (mapel) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang keberadaannya dihapuskan pada Kurikulum 2013 mulai mendapatkan titik terang.

Direktur Pembinaan SMA Ditjen Pendidikan Menengah, Haris Iskandar mengatakan, meski mapel TIK dihapus, namun eks guru TIK tidak akan menganggur.

Menurut Haris, para guru tersebut tetap akan memiliki peran yang penting di sekolahnya masing-masing. Rencananya, kata dia, mereka bisa membantu guru lain dalam mempersiapkan materi ajar.

“Jadi, guru TIK tetap akan berperan penting dalam Kurikulum 2013. Mereka bisa dimasukkan dalam Pusat Teknologi Pendidikan yang ada di sekolah untuk membantu guru dalam mempersiapkan materi ajar,” kata Haris, Sabtu (16/3), saat berada di kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah.

Haris Iskandar hadir di kampus FKIP UNS untuk mewakili Wakil Mendikbud, Musliar Kasim yang berhalangan hadir sebagai pembicara dalam seminar Pemetaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Menyongsong Pemberlakuan Kurikulum 2013.

Dalam seminar itu, Haris menilai, saat ini belum seluruh guru mampu menyiapkan materi ajar dengan memanfaatkan multimedia.

Padahal, imbuhnya, Kurikulum 2013 adalah kurikulum teknologi yang dalam pelaksanaannya banyak mengandalkan kerja sama tim.

Karena itu, lanjutnya, Kemdikbud akan menempatkan guru TIK dalam sebuah wadah baru yang nanti akan diberi nama Pusat Teknologi Pendidikan untuk membantu para guru mempersiapkan materi ajar secara multimedia.

Meski demikian, Haris mengakui masih ada persoalan yang terkait dengan sertifikasi guru TIK. Yakni, menemukan jalan keluar bagaimana caranya agar guru TIK yang sudah alih tugas itu tetap memperoleh tunjangan sertifikasi.

“Persoalannya, bagaimana agar mereka tetap mendapatkan tunjangan sertifikasi, sekarang tengah dipikirkan,” tandasnya.


Selama ini, mereka belum memperoleh kejelasan dari Kemdikbud mengenai tugas baru yang akan diembannya, termasuk pula mempertanyakan masalah tunjangan sertifikasi bagi mereka yang telah menerimanya. *** [Srie]

36 komentar:

  1. Jika mapel TIK masuk ke MULOK gimana ya agar semua berjalan

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang harus diperhatikan mendiknas terutama di Dapodik itu adalah bagaimana bisa mata pelajaran itu diakui semua tidak mesti harus sama dengan mata pelajaran yg disertikasi pada setiap guru, permasalahanx adalah didaerah itu terdapat banyak kelebihan guru contoh di SMPN 3 Takalar rombel hanya 12 sementara guru IPS ada 5 orang semuanya sudah sertifikasi... mau cari jam disekolah lain.. sekolah lainpun demikian juga kelebihan guru.
      solusinya gimana...............?????????

      Hapus
  2. klo bgitu bukan kerjasama tim tp guru TIK dijadika "Pembantu" guru mapel lain...hadewh...gimana tu cara mikirnya kok pake dengkul

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan stetment anda.
      Yang ada para guru TIK hanya pembantu guru mata pelajaran lain

      Hapus
    2. Memang si m. nuh dan para tim perumusnya itu otaknya isi dengkul semua, kebanyakan makan sop dengkul kali, lantas bagaimana dengan nasib guru honor seperti saya, tidak ada jaminan ataupunalasan bagi pihak sekolah untuk tetap mempertahankan & memikirkan nasib guru honor,,

      Hapus
    3. BIsanya omong doang tuh orang2 diatas, nggak pernah mikirin guru2 di daerah daerah

      Hapus
    4. Enakan guru lain dapat sertifikasi...guru TIK cuma pembantu...maleeeees ah....

      Hapus
    5. bener banget mas... masak guru TIK seolah2 seperti jongos guru lain... harga diri taruh di mana.. seperti diperintah2 guru2 lain tuk ngebantuin mbuat perangkat pembelajaran...

      Hapus
    6. gua kasihan melihat guru TIK/KKPI mereka cuma jadi pembantu dan jongosnya guru-guru lain, tidak lebih seorang pesuruh yang disuruh-suruh guru mapel senior lain, gua kasihan dengan guru TIK/KKPI mereka kuliah mahal tapi diperlakukan tidak lebih sebagai orang suruhan, lebih cocok alih fungsikan mereka ke DINAS PENDIDIKAN jadi pegawai TU kayak gua di dinas jadi atasannya sekolah.

      Hapus
  3. jadi guru apa aja gak masalah, asalkan bisa mendapat tunjangan sertifikasi, bagi guru swasta

    BalasHapus
  4. Fenomena baru di kurikulum 2013 : "S.Kom (Siki Kon Ora Mulang)"

    BalasHapus
  5. Terserah pada pihak yang berwenang, mau dijadiin apa, yang penting tunjangan sertikasi tetap lancar...!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada pertanggungjawaban akhirat lo pak..

      Hapus
    2. iya bener ... kok sertifikasiiiiiiiii trssss ... wae hehehehe ...

      Hapus
    3. english teacher16 Mei 2013 22.14

      Gitu ya sekarang?guru2 emang kebanyakan udah keblinger dengan sertifikasi.
      Kl sy lebih menekankan pada amanah mengajar,bukankah mencerdaskan anak2 bangsa itu amanah?ilmu yang tak putus amalnya?
      Prihatin sekali kurikulum baru ini tidak mempertimbangkan nasib guru2 yang mapelnya akan dihilangkan (B daerah, B inggris, TIK)
      Padahal guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.jangan jadikan korban kebijakan pemerintah.
      Harusnya αϑα solusi terbaik utk masalah ini bagi guru2 tersebut.

      Hapus
    4. tidak hanya sekedar uang tunjangan lo mas seperti uang mata duitan.. tapi eksistensi guru TIK di mana ...

      Hapus
  6. Perlu aturan yang jelas spy pimpinan di sekolah masing2 dapat mengambil sikap dan keputusan soal pembagian jam mengajar. Haruskah guru TIK/KKPI di alihfungsikan atau ditarik ke dinas masing2...?

    BalasHapus
  7. lengkap sudah kekacauan dunia pendidikan di indonesia. setelah un tertunda, data dapodik kacau, skrg kurikulum 2013 yang tidak jelas arah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. itulah bedanya dunia pendidikan dan dunia POLRI dan TNI...
      Tunjangan Profesi Guru (TPG) jauh beda dengan Remunerasi
      seakan pemerintah tidak ikhas dengan sang "Oemar Bakrie"...
      mereka telah lupa bahwa mereka bisa seperti itu karena sang oemar Bakrie"......
      inilah nasib sang "Oemar Bakrie"

      Hapus
  8. Solusi yang logis...
    1. Buat daftar guru yang akan di mentor (keren banget, guru mentori guru)
    2. Buat daftar silabus atau materi ajar untuk guru
    3. Buat daftar/ jadwal pengajaran
    4. Buat porto folio untuk mengetahui / evaluasi proses pementoran
    5. Silabus harus beroritentasi pada kebutuhan masa kini, dan masa yang akan datang, dapat berupa kebutuhan administratif guru ataupun proses pembelajaran, dan hal lain terkait penggunakan TI.
    6. Salam TIK

    BalasHapus
  9. Saya Kasihan sama generasi penerus bangsa di daerah terpencil dan pedalaman, jangankan tersentuh teknologi, untuk dapat belajar saja mereka harus berjuang keras dan penuh tantangan .............

    Kurikulum diubah sesuai kehendak masing-masing, kenapa tidak memaksimalkan dan memperbaiki yang sudah ada ............

    Salam .....

    BalasHapus
    Balasan
    1. sang mentri mikir sak enak udele dewe...... ndk mikirke generasi bangsa kita pak......

      Hapus
  10. Hebat, kalo guru tik jadi pembantu guru lain, la mending kalo bantu bikin media pembelajaran, la wong printer macet aja tanyanya ke guru tik

    BalasHapus
  11. Menurut saya tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan selama pemerintah memang mau menyambut baik dan memang betul-betul memikirkan guru TIK seperti saya, ini mungkin bisa menjadi solusi:
    Guru TIK bisa tetap mengajar meskipun mata pelajarannya ditiadakan, yaitu dengan cara pada setiap pelajaran yang membuatuhkan media TIK atau bahkan semua mapel ada alaokasi 1 jam/per mapel yang dimasuki guru TIK ke dalam kelas untuk berperan sebagai:
    1. Menjelaskan Penggunaan Media TIK Bagi Guru Mata Pelajaran
    2. Mengarahkan Pegunaan TIK Kepada Siswa dalam proses penilaian/ penugasan yang berbasis TIK
    3. Mempermudah akses Global Kegiatan Sekolah
    Jadi, saya bisa jelaskan contoh prakteknya misalnya:
    setelah pelajaran tertentu selesai 2 JP misalnya mapel Bahasa Indonesia tentang materi Puisi, yang mana guru Bahasa Indonesia tersebut hanya akan menjelaskan bagaimana cara membuat puisi, kriteria puisi, dsb. Maka guru TIK masuk ke dalam kelas menjelaskan bagaimana puisi diketik dengan bagus dan hasilnya dapat dipostingan dalam sebuah web/ blog yang akan mempublikasikan karya2 siswa, sehingga akan semakin memotivasi siswa dalam membuat karya-karya yang lebih baik. Begitulah kira-kira semoga bisa menjadi bahan pertimbangan. Terima kasih.

    BalasHapus
  12. Apalagi selama ini kami selaku guru TIK selalu menjadi tumpuan semua guru dalam menyelesaikan masalah media pembelajaran yang berbasis TIK seperti LCD, Laptop, printer dsb. Nah...mungkin ini saatnya guru TIK kinerjanya diperhatikan dan dihargai, bukan hanya menjadi orang yang dimintai tolong tanpa ada status yang jelas. Jika demikian maka guru TIK bisa berfungsi sebagai pengajar di kelas sekaligus sebagai konsultan TIK di sekolah.

    BalasHapus
  13. Yang jelas-jelas sajalah pak mentri, jangan buat orang bingung dan gerah, banyak masalah kami di sekolah lagi, bapak maunya apa, informasi yang jelas ke dinas pendidikan kami, udah selesai...

    BalasHapus
  14. Padahal Si Nuh ini mantan Rektor ITS yg selalu mengedepankan teknologi, saya harap bukan krn bpk dah melek teknologi maka pelajaran IT sdh tdk diperlukan lagi. Dan saya harap jg bukan krn ketidakmampuan NEGARA menyediakan Prasarana TIK di sekolah...... jangankan di pelosok di jakarta saja banyak kok sekolah negri yg fasilitas TIK nya MEMBLE..............., Semoga Karir NUH ini cukup sampai disini atau dipecat saja.............

    BalasHapus
  15. MENDIKBUDnya lagi mabok...nanti juga sadar...

    BalasHapus
  16. setuju, mudah2an sj pak menteri sadar bahwa masih banyak sekolah yg membutuhkan IT. mohon diakomodir jg gurux

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  18. yang jelas sepertinya pemerintah belum mau mengeluarkana aturan untuk guru TIK.

    BalasHapus
  19. wahai penguasa negeri kalian bisa komputer, bisa email bisa browsing karena ada pakar pakar IT dibelakang nya. Tanpa mereka semua kalian kalian para penguasa tidak akan pernah mengenal apa itu internet.

    TIK dijadikan media dalam pembelajaran, tidak akan bisa membuat siswa kreatif, sehingga siswa hanya bisa main game dan akses media sosial saja. Tapi siswa tidak akan pernah bisa membuat internet atau game itu sendiri. terus lah berjuang guru - guru TIK agar generasi muda sekarang, kedepan nya bisa menjadi pencipta aplikasi, bukan hanya jadi user saja.

    BalasHapus
  20. Apapun tugas yang akan diberikan kepada guru TIK, kami siap melaksanakannya, yang penting kami tidak jadi korban Kurikulum 2013.

    BalasHapus
  21. Apa memang anak2 indonesia gak boleh pinter ya, jaman IT malah gak boleh IT, mungkin bahaya bagi mereka kalau anak2 indonesia pintar, gurunya pun gak boleh pinter2 amat yak!

    BalasHapus