Selasa, 12 Maret 2013

Mendikbud: Kurikulum 2013 Tidak Tergesa-gesa, Lebih Unggul dari KTSP


Srie, - Mendikbud, Mohammad Nuh, kembali menegaskan bahwa penyusunan Kurikulum 2013 tidak dilakukan secara tergesa-gesa, dan kurikulum baru ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan kurikulum KTSP tahun 2006.
Nuh mengatakan, Kurikulum 2013 telah dikaji dan menempuh sejumlah tahapan persiapan yang matang sejak tahun 2011.
"Di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) juga sudah ada, dan di DPR pada awal 2012 sudah mulai dibahas," kata Nuh, Minggu (10/3), saat melakukan sosialisasi kurikulum baru di Pontianak, Kalimantan Barat.
Mantan Rektor ITS ini kembali berkeyakinan, Kurikulum 2013 telah siap untuk diterapkan mulai pertengahan Juli mendatang. Empat bulan lagi waktu yang tersisa, katanya, dapat dimanfaatkan untuk sosialisasi, persiapan guru dan buku pelajaran.
Selanjutnya, ia menyebutkan sejumlah keunggulan Kurikulum 2013 dibandingkan dengan kurikulum KTSP. Antara lain, kata Nuh, adalah dalam hal pola pikir.
“Jika menurut kurikulum KTSP mata pelajaran ditentukan dulu untuk menetapkan standar kompetensi lulusan, maka pada Kurikulum 2013 pola pikir tersebut dibalik,” ujarnya.
Keunggulan lainnya, lanjut Nuh, kurikulum baru memiliki pendekatan yang lebih utuh dengan berbasis pada kreativitas siswa. Menurutnya, kurikulum baru memenuhi tiga komponen utama pendidikan, yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap.
"Ke depan, kreativitas yang menjadi andalan. Di Kurikulum 2013 ditekankan pada penguatan karakter," tuturnya.
Ia menambahkan keunggulan berikutnya, yakni pada kurikulum baru didisain berkesinambungan antara kompetensi yang ada di SD, SMP hingga SMA.
Bukan hanya itu, mantan Menkominfo ini menandaskan, persiapan guru akan dilakukan pada saat libur sekolah dengan pertimbangan efektivitas.
“Saya optimis kurikulum baru bisa diterapkan pada Juli di seluruh Indonesia dengan anggaran yang ada,” tandasnya.
Sementara itu, pada kesempatan acara yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Alexius Akim menyatakan kesiapan daerahnya untuk melaksanakan Kurikulum 2013.
Pada tahap awal, kata Alexius, kurikulum baru akan diterapkan di 30 persen sekolah yang ada di wilayahnya. Penentuan sekolah mana saja yang akan menerapkan Kurikulum 2013, lanjutnya, ada di tangan dinas pendidikan kabupaten dan kota.
"Kita akan menerapkan kurikulum itu sebaik-baiknya. Mengapa ini dilakukan karena sudah sepakat kurikulum 2013 ini memang sudah cukup memadai dan mewakili kebutuhan sekarang," ujarnya. *** [Srie]

10 komentar:

  1. Terima kasih dengan infonya yang sangat bermanfaat

    BalasHapus
  2. Informasi yang sangat mengesankan dan bermanfaat

    BalasHapus
  3. Info yang sangat menarik sekali

    BalasHapus
  4. Website yang bagus dan bermanfaat

    BalasHapus
  5. Website yang sangat amat bagus sekali

    BalasHapus
  6. Mantap banget informasi ini sangat membantu sekali

    BalasHapus
  7. Terima kasih untuk semua infonya

    BalasHapus