Sabtu, 02 Februari 2013

Tunjangan Sertifikasi Akan Dibayar April, Guru Swasta Langsung Ditransfer Oleh Pusat


Srie, - Ternyata, pada tahun 2013 ini ada perbedaan mekanisme penyaluran tunjangan profesi guru (TPG) untuk guru PNS dan guru swasta. Untuk guru negeri, pembayaran masih tetap melalui kas pemkab/pemkot terlebih dahulu, baru ditransfer ke rekening guru.

Sedangkan untuk guru swasta, tunjangan sertifikasi langsung ditransfer dari pusat ke rekening guru yang bersangkutan, tanpa melalui pemda. Untuk triwulan pertama tahun ini, pembayaran tunjangan sertifikasi, baik guru negeri maupun swasta, akan dilakukan pada bulan April.

Sekjen Kemdikbud, Ainun Naim, mengatakan tahun ini hanya guru swasta yang sistem pembayarannya berubah, sementara guru negeri masih tetap seperti tahun sebelumnya, atau melalui pemda.

“Kemdikbud tidak bisa menarik anggaran itu (untuk guru negeri), karena amanah dari undang-undang otonomi daerah,” ujar Ainun, sebagaimana diberitakan di sini.

Sementara itu, Mendikbud, Mohammad Nuh menjelaskan, perbedaan mekanisme pembayaran tunjangan sertifikasi antara guru negeri dan guru swasta sekaligus ingin mengetahui perbandingannya apakah sistem pembayaran yang dilakukan langsung dari pusat akan berjalan lebih baik atau tidak dibandingkan dengan sistem pembayaran yang melalui pemda.

Termasuk di dalamnya, adalah apakah jika mekanisme pembayaran diambil alih oleh pemerintah pusat, maka pencairan tunjangan sertifikasi akan tepat waktu dan bebas dari pungutan liar atau tidak.

“Jika nanti yang dicairkan langsung oleh Kemdikbud ini lebih baik dan lebih lancar, akan jadi pertimbangan perbaikan secara keseluruhan,” kata M. Nuh.

Pernyataan Nuh ini tampaknya sedikit berbeda saat ia mengadakan konferensi pers akhir tahun 2012. Saat itu, ia mengatakan pada tahun 2013, mekanisme pembayaran tunjangan sertifikasi guru tidak lagi melalui pemda, tanpa membedakan antara guru negeri dan guru swasta. [Baca: Tahun 2013, Pembayaran TPG Tidak Melalui Pemda Lagi].

“Tahun 2013, dana tunjangan profesi guru akan langsung ditransfer dari pemerintah pusat kepada guru, bukan ke daerah lagi,” ujar Mendikbud pada jumpa pers akhir tahun 2012, di Jakarta, Jum’at malam (28/12).

Perubahan mekanisme pembayaran tunjangan sertifikasi yang langsung diambil alih pusat mendapat dukungan penuh dari para guru. Hal ini mengingat sering terjadinya keterlambatan pembayaran, baik dari segi waktu maupun jumlah dana yang diterima oleh guru. [Baca: Pembayaran TPG Masih Kacau, Guru Tidak Terima Utuh] ***[Srie]

28 komentar:

  1. Itulah tidak ada ketegasan dan keseriusan kemdikbud dalam membenahi tunjangan sertifikasi,apa bedanya guru pns dengan non pns.Apakah hrs terus dibiarkan guru pns dizolimi pemkab/pemkot?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bedanya guru PNS banyak tunjangannya dan gajinya besar, sedangkan guru non PNS ...kerjanya sama, penghasilannya memprihatinkan......hehehehe..

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

      Hapus
    3. Guru non PNS malah lebih berat lo...

      Hapus
    4. Naminage jalma barutuh duit.Bedana ari aingmah jang dahar,ari baturmah jang meuli mobil, kawin deui jeung ulin k Bali.

      Hapus
  2. paling tidak kami bisa berharap, karena bagi kami guru NON PNS yg ada swasta merasa tidak punya harapan lagi, ketika pendtaan 2012 tidak diterima dengan alasan kami dibawah naungan yayasan, apakah kami harus keluar dari yayasan untuk bisa jadi PNS? hanya tuhan yg tahu.....

    BalasHapus
  3. coba dibayangkan seandainya guru2 swasta alih profesi semua, kira2 pemerintah mampu untuk memenuhi kebutuhan akan dunia pendidikan.....sekarang masih banyak guru2 swasta/honor yg penghasilannya jauh lebih rendah dari kuli bangunan, sdh wktunya pemerintah membuat kebijakan untuk menentukan standart gaji bagi guru2 swasta/honor.....dan tunjangan sertifikasi ini salah satu harapan bagi guru2 non PNS ..jadi jika kemendikbud akan langsung mentrasfer dana tersebut langsung ke rekening masing2 guru, semoga itu menjadi komitmen yg jujur dan sungguh2, semoga !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Demikian juga administrasi pembayaran tunjangan profesi maunya langsung saja online ke kemendikbud melalui e-mail, sebab jika melalui diknas Kabupaten/Kota juga masih di pungli pada saat pemberkasan

      Hapus
    2. untuk guru swasta lewat rek BNI pada cair semua, tapi guru swata yang memiliki rek BRI gigit jari karena belum pada cair. kami harus lapor sama siapa??? krn kesannya disdik pada cuci tangan...., pemerintah niat apa nggak sich...????

      Hapus
  4. bener lho !...ini sdh tgl 26 Maret 2013, jadi tinggal 1 minggu lagi akan cair tunjangan sertifikasi, asal be....don't talk only !

    BalasHapus
  5. Penderitaan guru swasta, pembayaran tunjangan guru swasta tingkat SMK di sumatera utara khususnya Deli Serdang tahun 2012 diterima guru hanya 10 bulan sisanya 2 bulan lagi hingga saat ini 1 April 2013 belum juga dibayar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak kasus seperti itu...bgm penyelesaiannya?

      Hapus
    2. di KEMENAG KAB. PANDEGLANG LEBIH PARAHHHH
      yang Lulus 2011 dan seharusnya mendapatkan tunjangannya tahun 2012 malah sama sekali belum menerimanya S E P E S E R pun.....!!!!!!,
      kepala kemenag, kepala seksi mapenda dan bendahara kantor berdalih uangnya belum diberikan dari pusat, padahal guru PNS atau NON PNS di kabupaten lain DI KANWIL BANTEN sudah menerimanya bulan NOVEMBER 2012...

      Hapus
  6. Bagaimana ya untuk Guru TIK di SMP, SMA dan SMK yang mata pelajarannya pada kurikulum 2013 di hapus, mau dikemanakan nasib guru TIK khususnya guru swasta pasti dipecat oleh Yayasan, Pak Menteri Dikbud yang yang anda bicarakan tidak sesuai, tolong berikan solusi kepada guru TIK khususnya yang sudah memiliki Sertifikasi Profesi Guru

    BalasHapus
  7. udah gaji disamakan sama dengan buruh buruh pabrik,wah malah lambat lagi...tidak ada pnghargaan sama sekali, coba bangsa ini tanpa ada sosok seorang guru... plise dong kepada pemerintah tolong perhatikan nasib para pengajar ini..!!!!!!

    BalasHapus
  8. Alhamdulillah, bisa buat daftar UMROH

    BalasHapus
  9. guru tik dapat juga nggak nie???

    BalasHapus
  10. hahahaha..para guru sibuk menuntut pembayaran tunjangan sertifikasi yang jumlahnya lumayan itu,padahal tunjangan tersebut tidak membawa dampak apa2 setelah mendapat sertifikat pendidik dan tunjangan sertifikasi tsb,cara ngajarnya tetap kayak model guru konvensional tidak betul sbg guru profesional..betul gak broo..jawab dengan jujur....

    BalasHapus
  11. di Kota Pekalongan katanya baru cair paling cepat bulan Juni 2013 atau bisa mundur sampai Oktober, apa gak parah tuch.....?

    BalasHapus
  12. Mekanisme ini sangat bagus mengingat pada saat pendataan kategori 2 guru swasta tdk di ikutkan.Semoga mekanisme ini berjalan tanpa ada masalah

    BalasHapus
  13. Pecat mendikbud!!!! Un juga carut marut.. Kurikulum malah dibikin kacau... Terlalu banyak bereksperimen mendikbud skg tanpa ada kajian yg mendalam... Alias gila!!!!

    BalasHapus
  14. buat pelemik aja kebijakan bos pendidikanku ini. Semua mau diuji coba. Bukan buat anak ini mau coba-coba. Kapan betulnya kalo semua mw dcoba?

    BalasHapus
  15. di forum, group, komentar, sampai jejaring sosial, yang diributkan hanya seputar pencairan alias uang. apa tidak sebaiknya lebih memperhatikan anak didiknya, mengajar dengan benar, masuk tidak terlambat, dan masih banyak lagi. rejeki sudah ada yang mengatur kok.

    BalasHapus
  16. Saya berharap Tunjangan Sertifikasi baik untuk Guru PNS maupun Non PNS segera diambil alih Pusat supaya tidak banyak masalah baik dari segi jumlah maupun waktu.

    BalasHapus
  17. Justru ketika pembayaran TPG diambil alih pusat malah potongannya banyak, 14% -25%. Beda dengan ketika pembayaran dilakukan pemprov yang potongannya hanya 5% ( pajak)

    BalasHapus
  18. Katanya TPG cair bulan april ,tapi nyatanya bulan mei sudah mau datang belum ada tanda-tanda mau di cairkan pemkot

    BalasHapus
  19. Kemendikbut cuman banyak komentarnya makanya semua morat marit buktinya un yang bukan hal baru saja udah ngak benar pelaksanaannya apalagi hal baru yang pernah dibuat pasti lebih tidak jelas....pecat saja.

    BalasHapus
  20. justru di tangani pusat daerah acuh tak acuh. samai hari ini masih tercecer guru2 swasta yang belum menerima tunjangan utamanya kab lamongan

    BalasHapus